Setelah sekian lama nggak lagi aktif di blog gara-gara masalah simple (lupa password),
kini ku mulai kisah-kisah baru bersama
tulisan-tulisan ini.
Awal cerita, kisahku bersama
teman-teman UKM BELA DIRI yang ada pada foto di bawah ini.
Senang rasanya kalau seluruh aliran bela diri
berkumpul menjadi satu dan hidup damai dalam ranahnya masing-masing. Seperti yang satu ini nih ! merayakan “dies natalis ITS ke-53”. Seluruh aliran bela diri
yang terhimpun dalam UKM-UKM di ITS baik bela diri dari domestic (red : pencak silat) maupun mancanegara (red : tae kwon
do, karate do, kendo, kempo, dst) berpartisipasi dalam pesta perayaan ini.
Dengan gerakan dan gaya bela diri khas masing-masing UKM, kami berusaha tampil
semaksimal mungkin (jiyah.. sok banget!! hihi)
Begini
begini.. waktu itu, pas apa yaa (agak lupa) mas rid sang ketua, kirim pesan ke
aku untuk mewakilinya dalam rapat di rektorat yang katanya membahas tentang
dies natalis. Yah.. aku ingat, waktu itu masih ribet-ribetnya ngurusi proposal
proker yang seharusnya sudah wajib ada di BAAK agustus akhir. Tapi karena
berbagai macam kendala akhirnya kami, pengurus PD, belum bisa mengumpulkan
karena ya emang belum selesai. Dan ketika mas rid meminta aku untuk menghadiri
rapat sebagai wakilnya, dengan berat hati aku bilang “iya mas” karena posisi
waktu itu aku capek banget
habis ngerjain proposal itu. Eh ternyata dia bisa
datang juga. Tapi akhirnya tetep ngajak aku buat ikut rapat (asyik asyik).
Soalnya dalam rapat itu dapet makan siang nasi goreng. lumayan tuh mengurangi
jatah uang makan siang. Hehe
rapat
selesai dan kami di tuntut untuk bisa show off sesuai bidang masing-masing
malam minggunya. Waktu itu, seluruh bela diri dikasih kesempatan tampil bareng
dalam waktu yang sama. Selesai rapat, kami para pengurus UKM bela diri termasuk
aku dan mas rid berkumpul untuk mengkoordinasikan tampilan kami di pesta
perayaan itu. Dan itulah awal dari keakraban kami sesama UKM bela diri. Kenapa
senang ?? ya jelas lah.. kalau di kampungku, jarang banget bela diri bisa
berkumpul jadi satu tempat kecuali pertandingan, dengan keadaan damai pula dan
itu yang menjadi salah satu daya tarik dan alasan tersendiri kenapa sampai
sekarang aku masih bertahan di Perisai Diri ITS dengan segala kelemahan dan
kelebihannya. Dari itu aku juga jadi banyak kenalan, banyak teman, dengan minat
dan hoby yang sama. Aku kenal pertama kali sama mbak rachmasari jurusan SI
ketua Hikmatul Iman, kenal sama mas Bogo ketua dari karate Do dan mas septian
wakil dari Merpati Putih. Yaa meskipun aku sudah mengenal mereka waktu pomits
dulu karena kita sama-sama jadi panitia.
Hari
berganti hari dan kami telah memprepare tampilan kami masing-masing dengan
sebagus mungkin. Dari UKM ku sendiri, perisai diri, yang sanggup ada 6 orang.
Aku, mas Rid, mas Arie, Bayu, Sandy dan Teguh alias Juli. Pada gladi kotor,
yang bisa datang hanya dan Cuma mas Arie (hehe kasihan) karena waktu itu aku
pulang kampung, hehe. Betapa apatisnya aku. Mas Rid juga ada perlu kayaknya waktu itu.
Untung kata panitia nggak apa meski nggak full team pas gladi kotornya. Hal
yang sama juga terjadi ketika gladi bersih. Sedikit kemajuan, karena waktu itu
yang datang 3 orang. Aku, mas rid dan mas arie. Kalian tanya teguh, bayu sama
sandy ke mana ?? entahlah.. enyah ke mana aku pun tak tahu. Hanya ketika
H-setengah jam mereka datang, seingatku. ini nih tampang-tampang perwakilan Perisai Diri yang tampil di stadion itu..
Hari
H akhirnya datang. Lapangan stadion sudah mulai dipenuhi dengan sorak-soraknya
maba (mahasiswa baru) dan suara panitia dari BEM FTSP. Posisi waktu itu,
maghrib harus sudah berkumpul di lokasi karena menurut run down, kami (seluruh
team bela diri) tampil jam 9 dan harus mengikuti acara dari awal. Yang namanya
jam Indonesia ya.. molor-molor dikit maklum lah, sekitar jam setengah 10an kami
baru tampil. Lari mengelilingi stadion dan menempati tempat masing-masing
sesuai rencana semula adalah awal dari penampilan kami. Perisai Diri kebagian
yang pojok nih -_-. Tapi tetep kelihatan kamera kok (yeee !!). aku kebagian
jatah pisau. Dari UKM ekspo tahun lalu jatahku selalu peragaan menggunakan
pisau. Dan lagi-lagi pisau. Amat memalukan ketika di tengah perjalanan aku lupa
gerakan.. :o dan waku itu kamera pas menuju ke arahku. Oh meeen.. memalukan.
Yaa sudahlah. Yang berlalu biarlah berlalu (ceileh.. pembelaan).
Oh
ya, ada sedikit cerita tentang perasaan ini (curhat yak). Waktu itu aku
berangkat sama seorang ikhwan dari Masjid Manarul. Sebut saja mr. J. jalan
menuju TKP bersama. Seneng sih seneng dalam rangka ada kawannya menuju TKP yang
lumayan jauh. Ga senengnya karena dulu aku sama si ikhwan itu pernah ada
sejarah tersendiri meski hanya berjalan selama 5 hari (hihi singkat banget). Di
tambah lagi, di akhir acara, ada kejadian yang sedikit mengganggu perasaanku.
Aku kan ga bawa jaket ya dan aku males ganti dengan pakaian semula, terus aku
ngomong ke mr J itu, sama dia dipinjemi jaketnya yang dipakai tadi. Dengan
segera aku bilang “iya” karena fungsi waktu, lebih cepat pakai jaket daripada
harus balik ke kamar mandi buat ganti kostum. Selain minjem, aku juga menagih
almamaterku yang kemarin dia pinjem, katanya sih buat adiknya (adik temu gede
kali yee!!). tepat setelah itu seorang maba dengan tampang sok polosnya muncul
di belakangku, yang teryata.. astaghfirullah.. dia yang minjem almamaterku. Dia
memanggil mr J dan mr J datang dengan muka berseri-seri sepertinya. Selain
memberikan almamaterku, si maba itu juga ngasih jaket ke mr J. tambah seneng
aja tuh kayaknya. Dengan dasar apa aku sendiri tak tahu dengan spontan aku
mengembalikan jaket yang hendak aku pinjem tadi ke Mr J dan aku memutuskan
untuk pulang bersama mas arie dan ganti kostum dengan bajuku semula.. (hehe
jelek banget yak :v) mr J manggil dan bilang “kenapa nggak bareng aku aja,
sof?” dengan nada agak cuwek aku bilang “ndak, terimakasih”.. heey :D


