Selamat Datang di Blog Sederhana ini

Selamat Datang di Blog Sederhana Ini

Rabu, 29 Januari 2014

revitalisasi nilai-nilai pergerakan PMII

Revitalisasi nilai-nilai pergerakan PMII


Dalam suatu organisasi, kader merupakan elemen paling fital yang harus dijaga dan diberdayakan. Tanpa adanya kader, maka organisasi tersebut berpotensi besar akan mati karena tidak ada regenerasi di dalamnya. Urgensi kader adalah sebagai penerus atas amanat-amanat dari kepengurusan sebelumnya. Bahkan, kader dapat menentukan baik buruknya suatu organisasi di masa yang akan datang.Proses pengkaderan yang strategis dapat membangun kader yang mampu tanggap realitas dan mampu membuat perubahan baik pada diri sendiri, organisasi maupun pada hal-hal sosial. Jadi pada dasarnya, agar organisasi dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan, maka dibutuhkan proses pengaderan yang baik dan juga strategis. Hal ini pula yang dilakukan oleh organisasi pergerakan yang bernama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Bentuk dari pengaderan PMII adalah MAPABA (masa penerimaan anggot baru) dan PKD (pelatihan kader dasar). Bentuk pengaderan ini telah dilakukan oleh seluruh komisariat PMII di Indonesia. Namun, setiap komisariat mempunyai ciri khas masing-masing, misalnya komisariat Sepuluh Nompember yang menambahkan pelatihan bernama Study Intensif (SI) diantara MAPABA dan PKD, dengan harapan agar materi yang tersampaikan dapat diterima dengan optimal oleh seluruh kader-kadernya.
Pada proses pengaderan, kader harus diperkenalkan nilai-nilai pergerakan organisasi yang ada. Tujuannya agar kader mengetahui dan mampu memahami nilai-nilai pergerakan tersebut. Selain itu, harapannya kader dapat senantiasa menjunjung nilai-nilai pergerakan yang ada dalam kehidupan sehari-hari dan mampu mengaplikasikan nilai-nilai kontekstual yang ada pada  nilai-nilai pergerakan itu sendiri. Nilai-nilai pergerakan yang ada dapat mengantarkan kader pada paradigma dan pijakan yang tepat untuk berfikir, bertindak dan berjuang untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karena itu, seiring dengan semangat perjuangannya sebagai seorang kader,  maka jangan sampai nilai-nilai yang ada pada diri kader tersebut luntur oleh perubahan tempat dan waktu. Nilai-nilai pergerakan yang ada harus senantiasa ada dan melekat pada diri sebuah kader. Untuk mengupayakan hal ini, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mencoba menanamkan nilai-nilai pergerakan pada kader-kadernya di masa pengaderan awal yakni MAPABA. Nilai-nilai pergerakan pada PMII ini disebut dengan Nilai Dasar Pergerakan (NDP). Adapun Nilai Dasar Pergerakan yang ada pada PMII adalah nilai-nilai yang secara mendasar mensublimasi nilai-nilai ke-Islam-an dan ke-Indonesia-an seperti, keberagaman suku, agama, ras, dan budaya dengan kerangka pemahaman ahlu sunnah wal jamaah (ASWAJA) yang menjiwai berbagai aturan, memberi arah, mendorong, serta dengan kerangka paham ahlussunah wal jama' ah yang menjadi acuan dasar pembuatan aturan dan kerangka pergerakan organisasi menjadi penggerak kegiatan-kegiatan PMII. Urgensi dari NDP pada PMII ini sendiri adalah sebagai kerangka refleksi, kerangka aksi dan kerangka ideologis.
Selain penekanan pada kader, proses pengaderan dan nilai-nilai dasar pegerakan, senior yang sudah berkompeten di dalam organisasi pergerakan semacam PMII dituntut untuk selalu mendampingi kader-kadernya dalam berproses, agar mereka menjadi kader-kader PMII yang sejati. Tindakan meninggalkan kader-kader dengan alasan agar mereka mandiri merupakan tindakan keliru yang dapat mengantarkan pada kecacatan proses pergerakan. Maka tidak heran ketika hal itu terjadi, mereka akan kebingungan untuk menentukan arah geraknya dan berpotensi besar akan menyimpang dari nilai-nilai pergerakan yang sebenarnya. Oleh karena itu lah, revitalisasi nilai-nilai pergerakan yang sudah mulai ditinggalkan oleh para generasi PMII sangat diperlukan untuk kemaslahatan bersama J