Kejuaraan Invitasi Silat Perisai Diri
Semen Indonesia Cup antar Unit/Ranting se-Jawa Timur tahun 2015 merupakan momen
yang sangat ditunggu-tunggu oleh para pesilat Perisai Diri dari seluruh pelosok
Jawa Timur. Acara ini merupakan ajang bagi unit/ranting se-Jawa Timur untuk
memperlihatkan kualitas dari pesilat-pesilat yang dimilikinya. Acara tersebut
digelar di wisma Jenderal Ahmad Yani PT. Semen Indonesia Tbk, Gresik. Acara
yang dilaksanakan selama lima hari berturut-turut sejak 17 hingga 21 Januari
2015 tersebut diikuti oleh ± 420 pesilat dengan ± 600 partai pertandingan.
Sebagaimana kejuaraan pada umumnya,
Invitasi silat Perisai Diri Semen Indonesia Cup antar Unit/Ranting se-Jawa
Timur tahun 2015 juga mengadakan Technical
Meeting (TM) sebelum memulai pertandingan. TM dilaksanakan di dalam wisma
Ahmad Yani di sekitar area pertandingan. TM yang seharusnya dimulai pukul 12.00
WIB mengalami penundaan hingga pukul 16.00 WIB. Hal ini dikarenakan banyaknya
kontingen yang belum tiba di lokasi pertandingan pada jadwal yang telah
ditentukan. Pertemuan yang dihadiri oleh manager dari masing-masing kontingen
tersebut membahas semua hal terkait pertandingan diantaranya sistem pertandingan,
peraturan pertandingan, plotting lawan dan juga hal-hal lain yang sekiranya
perlu untuk dibahas. Banyaknya pesilat dan kategori yang dipertandingan dalam
kejuaraan tersebut yaitu fight, serang hindar, dan kerapian teknik pada
masing-masing kelas dewasa, remaja dan pra-remaja mengakibatkan meeting berlangsung cukup lama. TM
berakhir pada pukul 03.00 WIB dini hari. Hal ini dikeluhkan oleh beberapa
kontingen yang managernya merangkap sebagai atlet termasuk manajer kontingen
Perisai Diri Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Sandy (Transportasi
laut/2012).
Dalam kejuaraan ini, kontingen PD
(baca: Perisai Diri) ITS membawa 9 orang atlet untuk dipertandingkan,
diantaranya Shofi (Fisika/2012), Nova (PENS/2012), Sandy (Trasla/2012),
Rahardian eka (T.material/2014), Fahad (T.Elektro/2013), Yusuf (T.Elektro/2013),
Tyo (D3 T.Sipil/2013), Theo (T.Mesin/2014) dan Zayyana (PENS/2014). Sedangkan
kategori yang diikuti dalam pertandingan yaitu fight Pa Pi, serang hindar Pa
Pi, seni tunggal Pa, dan kerapian teknik pisau Pa yang semuanya berada di
kategori dewasa.
Pertandingan dimulai dengan upacara pembukaan
yang diikuti oleh pesilat dari seluruh kontingen dan dihadiri oleh
pendekar-pendekar historis Perisai diri serta para undangan. Calon Rektor ITS
sekaligus Pembina PD ITS, salah satu orang yang sangat berjasa di Perisai Diri
Surabaya, Prof. Djauhar Manfaat, M.Sc, Ph.D, MRINA juga nampak hadir dalam
upacara pembukaan tersebut. Acara dibuka oleh ketua Pengurus Daerah Perisai
Diri Jawa Timur dan diikuti oleh perwakilan dari Perisai Diri Semen Indonesia.
Dalam upacara pembukaan tersebut digelar beberapa pertunjukan diantaranya senam
teknik dari PD Barunawati, Seni Tunggal tangan kosong dan kerapian teknik asli
minang oleh PD SMI (Baca: Semen Indonesia) dan lain lain. Ada juga pertunjukan
toya abir (toya yang ujungnya pedang dan pisau) yang diperagakan oleh mas Agus,
seoramg TNI AD yang merupakan anggota PD.
Pertandingan yang berlangsung selama
lima hari tersebut terbilang cukup meriah dan menegangkan. Wisma Ahmad Yani mendadak
ramai dengan banyaknya pesilat didalamnya baik yang merupakan atlet, para
official, keluarga atlet maupun penonton yang hanya sekedar ingin menyaksikan
jalannya pertandingan. Penginapan kontingen yang berada tepat dibelakang wisma
yaitu di GOR indoor basket menambah riuhnya suasana pertandingan. Lalu lalang
pedagang yang menjajakan dagangannya di emperan wisma juga menjadi salah satu
pemicu ramainya pengunjung.
Partai-partai Pra-Remaja
ditandingkan lebih dahulu pada hari pertama dalam babak penyisihan. Kemudian disusul
partai Remaja dan partai dewasa setelahnya. Demikian pula pada babak-babak
selanjutnya (perempat final, semifinal dan final). Partai Final berlangsung
pada malam hari di hari terakhir pertandingan (21/1). Pertandingan menjadi
semakin menegangkan menjelang babak final karena mulai terdapat pesilat yang
terluka seperti patah tulang, patah gigi, dan lebam-lebam yang diakibatkan oleh
benturan-benturan pada saat pertandingan. Pun saat final, pesilat dari PD
Unesa, Zaskina, harus dilarikan ke rumah sakit terdekat karena patah tulang
hidung dan sesak nafas akibat pukulan dari lawannya, Titik, PD Brawijaya pada
saat pertandingan serang hindar putri dewasa kelas B.
Dalam Kejuaraan ini kontingen ITS
berhasil membawa pulang tiga buah piala dari tiga kategori pertandingan yaitu
juara III fight putri dewasa kelas B oleh Nova Ambarwati, juara III serang
hindar putri dewasa kelas B oleh Shofiyatun dan juara III fight putra dewasa
kelas C oleh Rahardian Eka. Sangat disayangkan karena pada kategori kerapian
teknik pisau oleh Tyo, Fahad dan Yusuf hasil akhirnya hanya terpaut 1 poin
dengan kontingen Brawijaya yang menyabet juara III. “tapi syukur Alhamdulillah,
atlet kita tidak ada yang terluka” terang Rozaq, salah satu pelatih PD ITS.
Juara Umum pada
Invitasi Silat Perisai Diri Semen Indonesia Cup antar Unit/Ranting se-Jawa
Timur tahun 2015 diraih oleh kontingen PD CJI Pasuruan dengan penghargaan
terbanyak. Sedangkan pesilat terbaik putra dan putri diraih oleh kontingen PD
Unesa. Kejuaraan yang akan datang adalah kejurnas di Solo yang akan
dilaksanakan pada bulan Maret 2015. Semoga kontingen PD ITS dapat membawa lebih
banyak piala lagi. Aamiin. Jaya Silatku Jaya Almamaterku!!!
