Selamat Datang di Blog Sederhana ini

Selamat Datang di Blog Sederhana Ini

Senin, 02 Februari 2015

SEMEN CUP, PD ITS BAWA PULANG TIGA PIALA







Kejuaraan Invitasi Silat Perisai Diri Semen Indonesia Cup antar Unit/Ranting se-Jawa Timur tahun 2015 merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh para pesilat Perisai Diri dari seluruh pelosok Jawa Timur. Acara ini merupakan ajang bagi unit/ranting se-Jawa Timur untuk memperlihatkan kualitas dari pesilat-pesilat yang dimilikinya. Acara tersebut digelar di wisma Jenderal Ahmad Yani PT. Semen Indonesia Tbk, Gresik. Acara yang dilaksanakan selama lima hari berturut-turut sejak 17 hingga 21 Januari 2015 tersebut diikuti oleh ± 420 pesilat dengan ± 600 partai pertandingan.
            Sebagaimana kejuaraan pada umumnya, Invitasi silat Perisai Diri Semen Indonesia Cup antar Unit/Ranting se-Jawa Timur tahun 2015 juga mengadakan Technical Meeting (TM) sebelum memulai pertandingan. TM dilaksanakan di dalam wisma Ahmad Yani di sekitar area pertandingan. TM yang seharusnya dimulai pukul 12.00 WIB mengalami penundaan hingga pukul 16.00 WIB. Hal ini dikarenakan banyaknya kontingen yang belum tiba di lokasi pertandingan pada jadwal yang telah ditentukan. Pertemuan yang dihadiri oleh manager dari masing-masing kontingen tersebut membahas semua hal terkait pertandingan diantaranya sistem pertandingan, peraturan pertandingan, plotting lawan dan juga hal-hal lain yang sekiranya perlu untuk dibahas. Banyaknya pesilat dan kategori yang dipertandingan dalam kejuaraan tersebut yaitu fight, serang hindar, dan kerapian teknik pada masing-masing kelas dewasa, remaja dan pra-remaja mengakibatkan meeting berlangsung cukup lama. TM berakhir pada pukul 03.00 WIB dini hari. Hal ini dikeluhkan oleh beberapa kontingen yang managernya merangkap sebagai atlet termasuk manajer kontingen Perisai Diri Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Sandy (Transportasi laut/2012).
            Dalam kejuaraan ini, kontingen PD (baca: Perisai Diri) ITS membawa 9 orang atlet untuk dipertandingkan, diantaranya Shofi (Fisika/2012), Nova (PENS/2012), Sandy (Trasla/2012), Rahardian eka (T.material/2014), Fahad (T.Elektro/2013), Yusuf (T.Elektro/2013), Tyo (D3 T.Sipil/2013), Theo (T.Mesin/2014) dan Zayyana (PENS/2014). Sedangkan kategori yang diikuti dalam pertandingan yaitu fight Pa Pi, serang hindar Pa Pi, seni tunggal Pa, dan kerapian teknik pisau Pa yang semuanya berada di kategori dewasa.
            Pertandingan dimulai dengan upacara pembukaan yang diikuti oleh pesilat dari seluruh kontingen dan dihadiri oleh pendekar-pendekar historis Perisai diri serta para undangan. Calon Rektor ITS sekaligus Pembina PD ITS, salah satu orang yang sangat berjasa di Perisai Diri Surabaya, Prof. Djauhar Manfaat, M.Sc, Ph.D, MRINA juga nampak hadir dalam upacara pembukaan tersebut. Acara dibuka oleh ketua Pengurus Daerah Perisai Diri Jawa Timur dan diikuti oleh perwakilan dari Perisai Diri Semen Indonesia. Dalam upacara pembukaan tersebut digelar beberapa pertunjukan diantaranya senam teknik dari PD Barunawati, Seni Tunggal tangan kosong dan kerapian teknik asli minang oleh PD SMI (Baca: Semen Indonesia) dan lain lain. Ada juga pertunjukan toya abir (toya yang ujungnya pedang dan pisau) yang diperagakan oleh mas Agus, seoramg TNI AD yang merupakan anggota PD.
            Pertandingan yang berlangsung selama lima hari tersebut terbilang cukup meriah dan menegangkan. Wisma Ahmad Yani mendadak ramai dengan banyaknya pesilat didalamnya baik yang merupakan atlet, para official, keluarga atlet maupun penonton yang hanya sekedar ingin menyaksikan jalannya pertandingan. Penginapan kontingen yang berada tepat dibelakang wisma yaitu di GOR indoor basket menambah riuhnya suasana pertandingan. Lalu lalang pedagang yang menjajakan dagangannya di emperan wisma juga menjadi salah satu pemicu ramainya pengunjung.
            Partai-partai Pra-Remaja ditandingkan lebih dahulu pada hari pertama dalam babak penyisihan. Kemudian disusul partai Remaja dan partai dewasa setelahnya. Demikian pula pada babak-babak selanjutnya (perempat final, semifinal dan final). Partai Final berlangsung pada malam hari di hari terakhir pertandingan (21/1). Pertandingan menjadi semakin menegangkan menjelang babak final karena mulai terdapat pesilat yang terluka seperti patah tulang, patah gigi, dan lebam-lebam yang diakibatkan oleh benturan-benturan pada saat pertandingan. Pun saat final, pesilat dari PD Unesa, Zaskina, harus dilarikan ke rumah sakit terdekat karena patah tulang hidung dan sesak nafas akibat pukulan dari lawannya, Titik, PD Brawijaya pada saat pertandingan serang hindar putri dewasa kelas B.
Dalam Kejuaraan ini kontingen ITS berhasil membawa pulang tiga buah piala dari tiga kategori pertandingan yaitu juara III fight putri dewasa kelas B oleh Nova Ambarwati, juara III serang hindar putri dewasa kelas B oleh Shofiyatun dan juara III fight putra dewasa kelas C oleh Rahardian Eka. Sangat disayangkan karena pada kategori kerapian teknik pisau oleh Tyo, Fahad dan Yusuf hasil akhirnya hanya terpaut 1 poin dengan kontingen Brawijaya yang menyabet juara III. “tapi syukur Alhamdulillah, atlet kita tidak ada yang terluka” terang Rozaq, salah satu pelatih PD ITS.
Juara Umum pada Invitasi Silat Perisai Diri Semen Indonesia Cup antar Unit/Ranting se-Jawa Timur tahun 2015 diraih oleh kontingen PD CJI Pasuruan dengan penghargaan terbanyak. Sedangkan pesilat terbaik putra dan putri diraih oleh kontingen PD Unesa. Kejuaraan yang akan datang adalah kejurnas di Solo yang akan dilaksanakan pada bulan Maret 2015. Semoga kontingen PD ITS dapat membawa lebih banyak piala lagi. Aamiin. Jaya Silatku Jaya Almamaterku!!!

mengapa harus menulis


MENGAPA HARUS  MENULIS ?
            “Ketika kata-kata hanya akan tertiup angin, ketika kisah hanya akan menjadi sebuah bayangan, maka kamu harus menulis”. Kalimat dari seseorang yang sangat menginspirasi bagiku inilah yang membuatku tertarik pada “menulis”. Sejak saat itu, mulai kutuliskan hal apapun dalam buku kecil yang setia berada di dalam ranselku. Meskipun lebih sering menulis agenda, menurutku itu sangat membantu akivitasku sehari-hari.
            Sebenarnya hoby menulis itu sudah ku tekuni sejak SD. Hingga pada saat menduduki bangku SMA, aku sudah menghasilkan lima buah buku harian. Ya, meskipun hanya buku harian. Buku yang kebanyakan berisi peristiwa-peristiwa yang berkesan dan menginspirasi dalam perjalanan hidupku. Jika kau tanya alasanku mengapa suka menulis pada waktu itu, alasanku sederhana. Cukup mengabadikan kisah-kisah penting dan menjadikannya pembelajaran untuk langkah yang lebih baik di masa yang akan datang. Hasilnya, aku hanya tersenyum ketika membuka-buka buku harian itu kembali. Ah, rupanya alasan itu saja belum cukup membuatku termotivasi untuk menulis lagi sekarang ini.
            Hingga pada suatu hari aku melihat sendiri peristiwa betapa hebatnya sebuah “tulisan”  itu. Sebuah tulisan yang mampu menggemparkan kampus dan seluruh jajaran birokrasi. Sebuah tulisan yang membuat ketua Lembaga Pers Mahasiswa harus bolak-balik gedung Kemahasiswaan. Mungkin dia mendapatkan sebuah hadiah, ataukah teguran? Entahlah. Aku kembali tertarik untuk menulis karena kejadian itu. Lagi-lagi menulis pada sebuah minibook  yang selalu kubawa ke mana-mana itu. Aku tertarik menulis lagi. Aku tertarik mengekspresikan peristiwa-peristiwa berkesan itu dalam buku harianku, lagi.
            Jika menilik lebih dalam tentang mengapa harus menulis, aku baru saja mendapatkan alasan lain yang mungkin lebih baik dari alasan sebelumnya. Karena menulis adalah pekerjaan ulama. Mulia bukan bila kita bisa meniru kebiasaan kekasih Allah? Jika tidak ada tulisan, jika ulama tidak suka menulis, mungkin aku tidak bisa belajar kitab-kitab atau buku-buku yang sangat bermanfaat. Rupanya ulama ingin membagikan ilmunya, ingin semua ummat mengerti dan mengamalkannya atau dalam bahasa lain untuk berdakwah. Mengajak ummat ke kebaikan. Karena setiap tulisan ada pertanggungjawabannya, maka ulama akan menulis dengan santun. Semoga Allah menempatkan para ulama di sebaik-baiknya tempat di sisiNya. Mungkin ini juga salah satu alasan kenapa aku harus menjadi penulis.           

arti sebuah kepemimpinan


ARTI SEBUAH KEPEMIMPINAN

            Pemimpin, kata ini mungkin sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Karena pada umumnya ketika kita berkelompok dan bermasyarakat, maka secara langsung ataupun tidak langsung kita akan mengenal sesosok pemimpin, kepala suku, ketua, pemandu ataupun sejenisnya. Namun sejatinya, apakah yang dimaksud dengan seorang pemimpin? Siapa yang pantas untuk menjadi seorang pemimpin? Harus bagaimana pemimpin itu? Mengapa dia layak disebut pemimpin?
            Pertanyaan-pertanyaan di atas mungkin sesekali pernah muncul di benak kita. Sudah menemukan jawabannya? Baiklah, saya akan mencoba menjelaskan berdasarkan kemampuan saya.
            Di luar sana, banyak orang-orang hebat yang mempunyai pengalaman  lebih di bidang manajemen atau kepemimpinan dan saya merupakan salah satu di antara sekian banyak insan dunia yang memimpikan menjadi seorang pemimpin yang baik. Seorang pemimpin teladan bagi anggotanya seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW semasa hidupnya. Pelajaran ini saya terima saat memimpin sebuah organisasi yang menurut sebagian banyak orang termasuk organisasi yang kecil dengan sedikit anggota. Saya mengiyakan hal tersebut pada awalnya. Kemudian dengan percaya diri saya mencoba menerima tawaran senior untuk menjadi pimpinan di organisasi tersebut dan beginilah ceritanya.
            “jangan pernah meremehkan amanah seremeh apapun, karena sesungguhnya hal yang paling berat adalah menunaikan amanah”. Suatu hari, kalimat ini yang saya terima dari seseorang yang paling menginspirasi dalam hidup. Sejenak kemudian tertanamlah dalam jiwa menembus hati bahwa menjadi pemimpin yang baik dan menjadi teladan untuk anggota itu suatu kewajiban bagi seorang pemimpin. Sudah sepatutnya seorang pemimpin membawa organisasi yang dipimpin menjadi organisasi yang lebih baik lagi termasuk di mata masyarakat . “hidup dan berprestasi” itu visi singkat yang tercipta waktu itu. Namun, Allah sungguh maha penyayang. Dengan segala karuniaNya, Allah tunjukkan bagaimana sejatinya seorang pemimpin itu dari berbagai sisi.
            Dari beberapa pembelajaran berdasarkan pengalaman orang maupun pengalaman pribadi menjadi seorang pemimpin serta memperhatikan perilaku pemimpin pada abad-abad ke-khalifahan semasa zaman ke-emasan Islam, ternyata pengertian pemimpin pada masa itu jauh dari perilaku  memimpin masa kini. Pada zaman tersebut, pengertian pemimpin lebih cenderung kepada kewajiban dan amanah dari Yang Maha Kuasa daripada merupakan hak seseorang. Bahkan pada saat terjadi kekosongan jabatan gubernur kota Suci Mekah dan para sahabat mengusulkan Abdullah bin Umar menjadi seorang gubernur, Khalifah Umar berkata, “Biarlah hanya satu orang saja dari keluarga Umar yang menanggung beban tanggung jawab yang berat di hadapan Allah SWT untuk memimpin ummat”. Subhanallah, beginilah kalau konsep kepimpinan dipahami sebagai sebuah kewajiban, bukan hak.
            Pemimpin adalah individu manusianya sedangkan kepemimpinan adalah sifat yang melekat kepadanya sebagai seorang pemimpin. Pemimpin adalah seorang individu yang make things happen. Menurut Djoko Santoso Moeljono, presiden direktur Bank BRI selama 7 tahun  (1993 – 2000) menyimpulkan bahwa kepemimpinan adalah sebuah seni daripada ilmu. Kerena kepemimpinan akan menjadi sesuatu yang bermakna untuk dipraktikkan daripada hanya diwacanakan.
            Setelah mengerti tentang pemimpin dan kepemimpinan, pelajaran selanjutnya adalah tentang bagaimana seorang pemimpin menjalankan organisasinya. Untuk menjawab pertanyaan ini saya mengacu kepada apa yang harus ada dalam sebuah organisasi dan gaya kepemimpinan yang bagaimana yang seharusnya digunakan dalam organisasi yang akan atau sedang kita pimpin. Saya belajar banyak dari buku karangan  Djoko Santoso Moeljono yang berjudul “13 konsep beyond leadership” tentang kepemimpinan. Saya juga mendapatkan banyak jawaban dari pertanyaanku selama ini tentang sebuah kepemimpinan.
            Sebuah organisasi harus mempunyai visi dan misi yang jelas, karena visi merupakan tujuan utama dari sebuah organisasi dan misi merupakan tahapan yang digunakan untuk mencapai tujuan utama tersebut. layaknya orang berjalan, ketika tidak mempunyai tujuan maka perjalananpun akan terombang ambing tak berarah. Selain itu, secara logis organisasi itu menarik orang-orang untuk masuk ke dalam karena ingin mencapai tujuan bersama dan tujuan masing-masing. Jadi bisa dibayangkan bagaimana sebuah organisasi akan berjalan tanpa visi dan misi.
            Nampaknya seorang pemimpin harus belajar banyak tentang manajemen. Karena di dalam manajemen, ada paradigma klasik yang terus menerus diakui keeksistensianya hingga detik ini. Ada empat macam fungsi pokok yang harus diptimalkan pengelolaannya untuk menjamin keberhasilan manajemen, diantaranya planning, organizing, leading dan kontroling. Saat ini, saya juga tengah belajar tentang 4 kata tersebut. Yang jelas, dari kesemuanya kita melihat satu fungsi yang tersembunyi pada masing-masing fungsi yang disebut kepemimpinan.
            Mengenai gaya kepemimpinan yang bagaimana yang akan diterapkan pada organisasi yang sedang atau akan kita pimpin nantinya, mari kita menilik kembali pada pertanyaan siapakah pemimpin itu.
            Menurut Dale Carnegie dalam bukunya berjudul The Leader in You (1993) mengatakan bahwa “ada kepemimpinan di dalam setiap diri anda”. Hal ini sesuai dengan apa yang difirmankan oleh Allah tentang hakekat penciptaan manusia itu sendiri yang berbunyi “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (QS. Al Baqarah: 30).
            Dari ayat tersebut di atas kita tahu bahwa manusia tercipta untuk menjadi khalifatullah di dunia. Artinya ada kepemimpinan dalam diri masing-masing manusia. Sedangkan bagaimana memimpin apa yang tengah kita pimpin, seperti yang saya utarakan di awal, itu adalah sebuah seni atau style dari  masing-masing pribadi seorang pemimpin. Hanya saja yang saya tekankan di sini adalah bagaimana seorang pemimpin bisa memahami anggotanya sangat berpengaruh terhadap gaya memimpin yang digunakan. Memahami dalam hal karakter dan jenis dari anggota. Kita tidak bisa mengambil keputusan sendiri dengan tidak melibatkan anggota sedangkan anggota mempunyai kemampuan dan respek terhadap masalah yang sedang dihadapi. Begitu juga sebaliknya, kita tidak bisa melibatkan anggota dalam pengambilan keputusan bila keadaan anggota tidak memiliki motivasi dan kemauan sebagaimana yang diharapkan, misalnya dan masih banyak lagi contoh yang lainnya.
            Pada akhirnya, saya memahami bahwa memimpin adalah sebuah amanah yang harus dijalani dengan kebersihan nurani. Kepemimpinan adalah sebuah tanggungjawab, bukan kedudukan, jabatan ataupun uang. Memang tidak mudah menjadi seorang pemimpin, namun bukankah semua harus kita mulai dengan apa yang namanya “belajar”. Jika memimpikan menjadi seorang pemimpin, mungkin kita harus belajar bagaimana to be alone. Selalu menyimpan masalah dalam diam. Karena kita harus melindungi, menghukum yang salah, memberi kepada yang terampil, tetapi juga mendengarkan nasihat bawahan yang bijak. Berteman dengan anggota dalam batasan-batasan tertentu. Karena pemimpin harus mampu untuk tenang, tegar, dan mantab mempertahankan diri untuk tidak mudah mengeluh atas persoalan yang dihadapinya. Semoga kita bisa memperoleh pemimpin masa depan yang terbaik.